home

HOME

pages

HALAMAN

Berikan Edukasi ke PT BMI, Sefri Masdian: Api Tidak Akan Padam Karena Teriakan, Melainkan dengan Tindakan

08-07-2026 | Daerah | 18x dibaca
Berikan Edukasi ke PT BMI, Sefri Masdian: Api Tidak Akan Padam Karena Teriakan, Melainkan dengan Tindakan
"foto: istimewa"

LAMPUNG SELATAN - Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkarmat) Kabupaten Lampung Selatan, memberikan edukasi dan penanganan bahaya kebakaran di PT. Bumi Menara Internusa (BMI). Rabu (8/6/2026).

Bimbingan tersebut dilaksanakan lantaran untuk memberikan pengetahuan terhadap seluruh orang yang terlibat di perusahaan yang bergerak dibidang Pengolahan Hasil Perikanan dan Biota Laut, yang terletak di Jln. Ir. Sutami KM 12 Desa Lematang, Kecamatan Tanjung Bintang tersebut.

Kepala Dinas Damkarmat Lampung Selatan, Sefri Masdian menyatakan, Jika ada kebakaran di sekitar kita maka orang pertama yang melihatnya yang berkewajiban untuk memadamkan api tersebut. Tindakan itu tidak harus menunggu security atau karyawan yang tergabung dalam K-3 (Keselamatan dan kesehatan kerja). 

"Api tidak akan padam dengan teriakan kita, kebakaran!! kebakaran!! tapi api bisa padam dengan tindakan kita, melakukan pemadaman dengan menggunakan APAR yang sesuai dengan klasifikasi kebakaran," ujarnya.

Oleh karenanya, lanjut Sefri Masdian, karyawan yang tergabung dalam divisi K-3 harus dapat meng-operasionalkan sarpras atau alat pemadam kebakaran, yang selanjutnya, pemahaman atau pengetahuan ini ditularkan pada karyawan lain. 

Dihadapan sekitar 60 karyawan PT. BMI dari perwakilan divisi Manajemen K3, meliputi Pekerja Proses Produksi, Bagian Teknik, Security, dan Tim Suporting PT. Bumi Menara Internusa (PT.BMI) dari perwakilan berbagai divisi, Sefri memaparkan tentang bahaya kebakaran, cara penangan serta apa saja yang dapat menimbulkan kebakaran. 

"Berdasarkan data yang kami miliki, mayoritas terjadinya kebakaran disebabkan oleh kita sendiri. Korsleting arus listrik menjadi salah satu penyebab terbanyak terjadinya kebakaran," jelas Sefri. 

Oleh karenanya, penggunaan kabel yang standar, penggunaan yang tidak melebihi beban, menjadi hal yang utama. 

"Jangan satu stop kontak (socket) digunakan banyak colokan (steker), ini berbahaya jika melebihi beban. Kondisi ini harus menjadi bagian yang perlu di perhatikan oleh management perusahaan, terlebih pada perusahaan besar yang memiliki karyawan hingga mencapai 1.300 orang karyawan," tambah Sefri. 

Sementara, Assisten Manager HR dan GA PT. BMI, Siti Nur Aftiya, mewakili management mengucapkan banyak terimakasih atas pemaparan, kerjasama dan kontribusi dari seluruh jajaran Dinas Damkar Lampung Selatan. 

"Tujuan dari pelaksanaan training dengan melibatkan Dinas terkait, merupakan salah satu bentuk komitmen manajement perusahaan terhadap pemenuhan program pelatihan berkala terkait keselamatan dan kesehatan kerja (K3) yaitu membekali karyawan atau pekerja dengan pengetahuan pencegahan khususnya dalam hal kondisi darurat bahaya kebakaran dan memberikan keterampilan teknis dalam melakukan evakuasi dan penanganan lebih dini saat terjadi kondisi darurat," ungkapnya.

Siti Nur Aftiya yang akrab disapa Tiya juga berharap, silaturahmi yang terjalin hari ini dapat lebih memudahkan berkoordinasi, terutama dalam kondisi darurat. 

"Sekali lagi saya mewakili manajemen mengucapkan terimakasih kepada Dinas Damkar Lampung Selatan yang telah melakukan inspeksi, memberikan edukasi K3, dalam pencegahan dan mitigasi resiko kerugian asset serta menjamin keselamatan pekerja," jelasnya. 

"Dengan terjun nya tim yang kompeten dari Dinas Damkar lamsel langsung ditengah tengah pekerja lebih meningkatan kesadaran dan pengetahuan dari pekerja khususnya di lingkungan perusahaan dan dapat di aplikasikan dikehidupan sehari hari," tutupnya. (Pra)

Pra

Pra

Jasa Pembuatan News CMS