LAMPUNG SELATAN - Hari pertama acara Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Menengah Pertama (SMP) Islam Terpadu (IT) Muhammad al-Fatih, di Desa Budidaya, Kecamatan Sidomulyo, berlangsung meriah. Betapa tidak, sebanyak 33 siswa mengikuti acara penutupan MPLS yang terpusat dihalaman sekolah setempat.
Menurut Ketua Yayasan al-Fatih Citra Bangsa, Ny. Marissa Dwi Saputri, A.Md.Keb menyatakan, Kegiatan tersebut menjadi agenda awal untuk menyambut murid baru sekaligus mengenalkan lingkungan sekolah pada tahun ajaran 2026-2027.
"Secara simbolis kami melepaskan balon terbang sebagai awal masa MPLS di SMP IT Muhammad al-Fatih pada tahun ini, untuk seluruh siswa di sinilah tempat kalian akan tumbuh, tidak hanya menjadi anak-anak yang cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kedalaman akhlak dan karakter yang kuat," ujarnya. Rabu (15/7/2026).
Ny. Marissa Dwi Saputri, A.Md.Keb menegaskan, SMP IT Muhammad al-Fatih berkomitmen untuk mencetak generasi yang unggul, dan siap menempa para peserta didik baru menjadi pribadi yang berprestasi sekaligus berakhlak mulia.
Senada, Konsultan Pendidikan Pondok Pesantren dan SMP-IT Muhammad Al Fatih, Ustadz Agus Faisal Asyha, M.Pd.I menjelaskan, bahwa tantangan masa depan menuntut generasi muda untuk adaptif dan memiliki integritas moral yang tinggi.
"Melalui program MPLS ini, SMP IT Muhammad al-Fatih berkomitmen penuh untuk meletakkan fondasi karakter Islami yang kokoh sejak hari pertama mereka mengenyam pendidikan di sekolah ini," ungkapnya.
Ustadz Faisal sapaan akrabnya tersebut mengungkapkan, MPLS bukan hanya sebagai momentum perkenalan lingkungan dan budaya sekolah semata. Namun juga menjadi kesan pertama yang akan memengaruhi pengalaman para siswa dalam menimba ilmu, dan menata etika.
"Disini adalah rumah kedua bagi para siswa. Sehingga harus mampu menjadi institusi yang inklusif, aman, nyaman, dan berkeadilan," tegasnya.
"Dan karena ini kita tahun pertama dalam kegiatan belajar mengajar, insyaallah bulan depan kita akan melaksanakan louncing perdana untuk sekolah kita, mudah-mudahan Bupati Lampung Selatan bapak Radityo Egi Pratama, bisa hadir sekaligus meresmikan Pondok Pesantren dan SMP IT Muhammad al-Fatih ini, Aamiin," harapnya.
Dilokasi yang sama, Aipda Jaka Antonio didampingi Aipda Budianto, menanamkan pentingnya nilai kedisiplinan karena menjadi jembatan antara tujuan dan pencapaian. Sikap ini membentuk karakter yang kuat, melatih tanggung jawab, dan memastikan setiap rencana dieksekusi dengan baik. Tanpa kedisiplinan akan kesulitan untuk konsisten dan mencapai hasil yang optimal.
"Pola disiplin harus diatur semuanya, mulai kita bangun tidur, beraktivitas, hingga tidur lagi diwaktu malam. Jadikan disiplin sebagai fondasi utama dalam membentuk karakter yang bertanggung jawab, fokus belajar, dan manajemen waktu yang baik, dengan membiasakan disiplin sejak dini akan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan menjadi bekal krusial untuk meraih kesuksesan di masa depan," tutupnya.
Untuk diketahui bersama, Pondok Pesantren dan SMP IT Muhammad al-Fatih adalah pondok yang memiliki fasilitas cukup lengkap, diantaranya tempat ibadah atau Masjid, aula santri yang megah, seluruh ruang belajar terpasang pendingin ruangan (AC), Ruang PMR, Perpustakaan, tempat tinggal bagi siswa dan asatidz yang bersih, belasan kamar mandi, ditambah fasilitas ekstrakulikuler seperti lapangan basket, memanah, batminton, tinju, futsal, kolam renang dan karate. Dimana seluruh fasilitas dan kebutuhan belajar siswa didapatkan secara cuma-cuma alias gratis tanpa dipungut bayaran.(Pra)